10 Hosting Murah Terbaik untuk Website Pemula
10 Hosting Murah Terbaik untuk Website Pemula + Panduan Belajar Blogger & WordPress
Belajar Blogger & wordpress sering dimulai dari pertanyaan sederhana: “Kalau mau bikin website sendiri, hosting murah yang bagus itu apa?”Saya dulu melihat banyak pemula terlalu fokus mencari hosting dengan harga paling murah. Padahal, harga bukan satu-satunya masalah. Ada kapasitas penyimpanan, backup, SSL, performa server, support, keamanan, sampai harga perpanjangan yang sering baru terasa setelah promo berakhir.
Jadi, kalau Anda baru mau membuat blog, website pribadi, portofolio, toko online kecil, atau website bisnis, jangan hanya melihat tulisan “Rp10 ribuan per bulan”.
Yang lebih penting adalah: apa yang Anda dapatkan dengan uang tersebut? 😄
“Hosting murah itu bagus untuk pemula, selama murahnya tidak mengorbankan hal-hal penting.”
Artikel ini saya susun sebagai panduan praktis untuk Anda yang sedang Belajar Blogger & wordpress, khususnya jika ingin naik level dari sekadar blog menjadi website WordPress yang lebih fleksibel.
10 Hosting Murah Terbaik untuk Website Pemula
Daftar di bawah bukan berarti satu provider pasti cocok untuk semua orang. Kebutuhan blog personal jelas berbeda dengan toko online atau website perusahaan.
Harga juga dapat berubah karena promo, periode kontrak, pajak, serta biaya perpanjangan. Karena itu, selalu cek halaman resmi sebelum melakukan pembayaran.
-
Hostinger
Hostinger menjadi salah satu opsi yang menarik untuk pemula karena menyediakan paket entry-level dengan harga promo mulai sekitar Rp12.900/bulan pada periode kontrak tertentu.
Paket Single saat ini mencantumkan 1 website, 10 GB storage, SSL gratis, CDN, backup mingguan, serta dukungan 24/7. Paket Premium menyediakan hingga 3 website dan 20 GB storage.
Yang perlu diperhatikan adalah harga promo dan harga perpanjangan berbeda. Misalnya, paket Single yang ditampilkan Rp12.900/bulan memiliki harga perpanjangan Rp54.900/bulan pada halaman resmi saat artikel ini diperbarui.
Cocok untuk: blog pemula, website pribadi, portofolio, dan website kecil.
-
Rumahweb
Rumahweb merupakan salah satu nama yang cukup lama dikenal di pasar hosting Indonesia. Halaman hosting murahnya menampilkan paket mulai Rp15.000/bulan.
Rumahweb juga menawarkan SSL, opsi domain gratis mulai paket tertentu, serta fitur yang ditujukan untuk website WordPress. Mereka mencantumkan uptime 99,9% dan infrastruktur yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun.
Cocok untuk: pengguna yang ingin provider dengan layanan dan ekosistem lokal.
-
DomaiNesia
Kalau Anda mencari hosting yang mudah digunakan untuk belajar WordPress, DomaiNesia patut masuk daftar pertimbangan.
Halaman pemesanannya mencantumkan web hosting mulai sekitar Rp18.000/bulan, dengan fitur seperti cPanel, one-click installer, backup otomatis, SSL gratis, dan pilihan lokasi server. Untuk hosting WordPress, harga yang ditampilkan mulai sekitar Rp25.000/bulan dengan fitur instalasi otomatis, LiteSpeed, cache, Redis, dan staging.
Cocok untuk: blogger, website bisnis kecil, dan pengguna yang ingin mulai belajar pengelolaan WordPress.
-
Exabytes Indonesia
Exabytes menawarkan paket hosting cPanel dengan harga promo mulai sekitar Rp16.900/bulan. Paket entry-level yang ditampilkan memiliki 2 website, 2 GB NVMe storage, SSL gratis, backup mingguan, dan uptime 99,9%.
Menariknya, Exabytes juga menyediakan pilihan hosting Plesk. Jadi Anda tidak hanya terpaku pada cPanel.
Cocok untuk: website personal dan bisnis kecil yang membutuhkan lebih dari satu website.
-
CloudKilat
CloudKilat menawarkan web hosting Indonesia mulai sekitar Rp20.000/bulan. Layanannya menggunakan Plesk Obsidian serta menyediakan WordPress Toolkit dan Softaculous untuk membantu instalasi aplikasi.
CloudKilat juga mencantumkan CloudLinux, SSL gratis, unlimited bandwidth, serta fitur keamanan seperti ImmunifyAV dan BitNinja Pro pada layanan hostingnya.
Cocok untuk: pemula yang ingin belajar WordPress tanpa terlalu banyak mengurus konfigurasi server.
-
Dewaweb
Dewaweb menawarkan layanan cloud hosting dengan paket yang pada halaman resminya tercantum mulai sekitar Rp35.000/bulan untuk pembayaran bulanan.
Beberapa fitur yang ditawarkan mencakup automatic cloud backup, migrasi website, SSL, proteksi anti-DDoS, serta opsi domain gratis pada paket tertentu.
Cocok untuk: pemula yang sejak awal ingin mempertimbangkan fitur backup dan keamanan lebih lengkap.
-
Qwords
Qwords memiliki beberapa jenis hosting. Salah satu halaman resminya menampilkan hosting WordPress mulai sekitar Rp45.000/bulan, sementara layanan web hosting lainnya memiliki paket berbeda sesuai kebutuhan.
Menurut saya, Qwords lebih menarik ketika kebutuhan website mulai berkembang dan Anda ingin memiliki lebih banyak pilihan layanan.
Cocok untuk: blog, website bisnis, dan pengguna yang membutuhkan opsi upgrade.
-
Jetorbit
Jetorbit menyediakan beberapa pilihan shared hosting dan WordPress hosting. Pada halaman pemesanannya, paket WordPress WP 1 Indonesia tercantum sekitar Rp210.000 per tiga bulan, atau sekitar Rp70.000 per bulan jika dibagi rata.
Untuk paket bisnis tertentu, Jetorbit juga menyediakan storage SSD dan unlimited bandwidth.
Cocok untuk: pengguna yang ingin mencoba hosting lokal dengan pilihan paket yang cukup beragam.
-
IDCloudHost
IDCloudHost menyediakan berbagai layanan cloud, VPS, private server, hingga kebutuhan infrastruktur website. Karena pilihan produknya cukup luas, saya menyarankan pemula membandingkan resource dan kebutuhan terlebih dahulu sebelum memilih.
Jika website Anda masih berupa blog sederhana, jangan langsung membeli VPS hanya karena terdengar lebih “pro”. Shared atau cloud hosting yang dikelola provider biasanya jauh lebih praktis untuk tahap awal.
Cocok untuk: pengguna yang ingin belajar dari shared hosting hingga cloud/VPS seiring pertumbuhan website.
-
Jagoan Hosting
Jagoan Hosting juga layak dipertimbangkan sebagai salah satu provider lokal untuk website pemula. Pilihan produknya mencakup hosting, VPS, dan layanan server lainnya.
Untuk pemula, prinsipnya sederhana: pilih paket yang resource-nya cukup, memiliki SSL, backup, dan support yang jelas. Jangan membeli resource besar sebelum website benar-benar membutuhkannya.
Cocok untuk: blogger, website kecil, dan pengguna yang ingin berkembang ke layanan hosting yang lebih tinggi.
Tabel Singkat Hosting Murah untuk Pemula
| Provider | Harga yang Terlihat | Fokus |
|---|---|---|
| Hostinger | Mulai sekitar Rp12.900/bln* | Blog & website pemula |
| Rumahweb | Mulai sekitar Rp15.000/bln | Website Indonesia |
| Exabytes | Mulai sekitar Rp16.900/bln* | Personal & bisnis kecil |
| DomaiNesia | Mulai sekitar Rp18.000/bln | WordPress & website umum |
| CloudKilat | Mulai sekitar Rp20.000/bln | Website & WordPress |
| Dewaweb | Mulai sekitar Rp35.000/bln | Cloud hosting |
| Qwords | Mulai sekitar Rp45.000/bln untuk WordPress* | WordPress & bisnis |
| Jetorbit | Sekitar Rp70.000/bln ekuivalen* | WordPress |
| IDCloudHost | Cek paket terbaru | Cloud & server |
| Jagoan Hosting | Cek paket terbaru | Hosting & VPS |
*Harga merupakan harga/promosi yang terlihat pada halaman provider atau hasil perhitungan dari periode pembayaran tertentu, bukan jaminan harga permanen. Harga, fitur, pajak, dan biaya perpanjangan dapat berubah.
Apa Itu WordPress?
WordPress adalah CMS atau Content Management System yang digunakan untuk membuat dan mengelola website tanpa harus menulis semua kode dari awal.
Dengan WordPress, Anda bisa membuat blog, website berita, portofolio, company profile, toko online, bahkan website dengan sistem yang jauh lebih kompleks.
Inilah alasan WordPress sering menjadi pilihan ketika seseorang mulai Belajar Blogger & wordpress.
Bedanya dengan Blogger, WordPress memberikan ruang kustomisasi yang sangat luas. Anda bisa mengganti tema, memasang plugin, mengatur database, memilih hosting, hingga melakukan perubahan teknis pada website.
WordPress.com vs WordPress.org, Jangan Sampai Salah Pilih
Ini salah satu bagian yang sering membuat pemula bingung.
| WordPress.com | WordPress.org |
|---|---|
| Hosting sudah dikelola | Anda memilih hosting sendiri |
| Lebih praktis untuk pemula | Lebih fleksibel |
| Banyak aspek teknis ditangani provider | Maintenance lebih banyak dilakukan sendiri |
| Paket tersedia sesuai kebutuhan | Software WordPress gratis, tetapi hosting dan domain perlu dibayar |
| Kustomisasi bergantung paket | Kontrol tema dan plugin lebih luas |
WordPress.com menyediakan hosting terkelola, sedangkan WordPress.org menyediakan software WordPress yang kemudian bisa dipasang pada hosting pilihan Anda.
Kalau tujuan Anda adalah Belajar Blogger & wordpress secara lebih mendalam dan ingin memiliki kontrol penuh terhadap hosting, WordPress.org dengan hosting sendiri biasanya memberikan ruang belajar yang lebih luas.
Cara Instal WordPress di Hosting
Kabar baiknya, instalasi WordPress sekarang tidak sesulit dulu.
WordPress sendiri menjelaskan bahwa dalam banyak kondisi proses instalasi dapat dilakukan dalam waktu kurang dari lima menit, terutama jika hosting menyediakan installer otomatis.
1. Beli domain dan hosting
Pilih domain yang mudah diingat. Setelah itu pilih paket hosting yang sesuai dengan kebutuhan website.
2. Hubungkan domain ke hosting
Jika domain dan hosting dibeli dari provider berbeda, Anda perlu mengarahkan nameserver atau DNS domain ke server hosting.
3. Masuk ke control panel
Biasanya Anda akan mendapatkan cPanel, Plesk, atau panel khusus milik provider.
4. Jalankan WordPress Installer
Cari menu seperti WordPress Manager, WordPress Toolkit, Softaculous, atau Install WordPress.
5. Masukkan data website
- Nama website
- Username administrator
- Password kuat
- Email administrator
- Domain yang digunakan
6. Login ke WordPress
Setelah instalasi selesai, dashboard biasanya dapat diakses melalui:
https://domainanda.com/wp-admin/
Dari dashboard inilah Anda mulai memasang tema, plugin, membuat halaman, menulis artikel, dan mengatur website.
Tips Keamanan WordPress untuk Pemula
Website baru sering terlihat aman karena belum populer. Padahal bot internet tidak peduli website Anda punya 10 pengunjung atau 10 juta pengunjung.
Serangan otomatis dapat menyasar halaman login dan plugin yang memiliki celah keamanan.
Dokumentasi resmi WordPress menekankan bahwa keamanan bukan berarti membuat sistem 100% kebal, tetapi mengurangi risiko dan menyiapkan pemulihan jika terjadi masalah.
Gunakan password kuat
Jangan menggunakan password seperti nama sendiri, nama website, tanggal lahir, atau kombinasi yang mudah ditebak.
Aktifkan 2FA
Two-factor authentication memberikan lapisan keamanan tambahan pada akun administrator. Dokumentasi WordPress juga merekomendasikan 2FA untuk akun administrator.
Update WordPress, tema, dan plugin
Jangan menunda update hanya karena website masih berjalan normal. WordPress menyarankan agar core, plugin, dan tema selalu diperbarui karena versi lama dapat memiliki kerentanan yang sudah diketahui.
Jangan memasang plugin sembarangan
Plugin nulled atau plugin dari sumber tidak jelas mungkin terlihat gratis, tetapi risikonya bisa jauh lebih mahal daripada harga hosting.
Gunakan plugin dari sumber terpercaya dan hapus plugin yang tidak digunakan.
Pastikan HTTPS aktif
SSL/TLS membuat komunikasi antara browser dan server menjadi terenkripsi. WordPress merekomendasikan HTTPS untuk membantu menjaga keamanan login dan pengunjung website.
Siapkan backup
Backup adalah bagian yang sering baru dianggap penting setelah website bermasalah.
Kalau provider menyediakan backup otomatis, manfaatkan. Namun saya tetap menyarankan memiliki salinan backup yang berada di lokasi berbeda.
Infografis: Checklist Hosting WordPress Pemula
🚀 HOSTING PEMULA = 7 HAL YANG WAJIB DICEK
- 🌐 Domain: mudah diingat dan sesuai brand
- 💾 Storage: cukup untuk artikel, gambar, dan file
- 🔒 SSL: website menggunakan HTTPS
- 💾 Backup: tersedia backup otomatis atau manual
- ⚡ Performa: SSD/NVMe dan caching menjadi nilai tambah
- 🛡️ Security: perlindungan server dan akun tersedia
- 📞 Support: mudah dihubungi ketika website bermasalah
Rumus sederhana:
Harga murah + fitur dasar lengkap + backup + SSL + support = lebih masuk akal untuk pemula.
Kesalahan Pemula Saat Membeli Hosting
Ada satu pola yang sering saya lihat: pemula membeli hosting berdasarkan harga promo, lalu kaget ketika melihat biaya perpanjangan.
Padahal beberapa provider memang menampilkan harga berdasarkan durasi kontrak tertentu. Hostinger, misalnya, secara jelas mencantumkan harga paket dan biaya perpanjangan pada halaman resminya.
Karena itu, sebelum checkout, periksa setidaknya empat hal:
- Harga awal.
- Durasi kontrak.
- Harga perpanjangan.
- Fitur yang benar-benar termasuk dalam paket.
Jangan sampai Anda membeli hosting murah selama 48 bulan, tetapi sebenarnya hanya membutuhkan website sederhana untuk belajar.
Hosting Murah Bukan Berarti Harus Murahan
Untuk website pertama, saya lebih menyarankan fokus pada kebutuhan nyata daripada mengejar spesifikasi berlebihan.
Blog yang baru memiliki beberapa puluh artikel tidak membutuhkan server super mahal.
Begitu pula jangan membeli VPS hanya karena mendengar VPS lebih cepat. VPS memberikan kontrol dan resource yang berbeda, tetapi juga bisa membutuhkan pengelolaan teknis lebih banyak.
Mulailah sederhana. Ketika trafik meningkat, barulah upgrade.
Jika Anda sedang membangun blog dari nol, Anda juga bisa membaca panduan tips sukses blogging dan artikel trik blogging untuk menghasilkan uang sebagai referensi lanjutan.
Kesimpulan
Memilih 10 hosting murah terbaik untuk website pemula sebenarnya tidak harus rumit.
Yang penting, jangan hanya membandingkan angka harga. Periksa storage, jumlah website, SSL, backup, performa, support, lokasi server, dan terutama biaya perpanjangan.
Untuk Anda yang sedang Belajar Blogger & wordpress, shared hosting atau paket WordPress entry-level sudah cukup untuk memulai.
Setelah website mulai mendapatkan trafik dan kebutuhan meningkat, Anda bisa melakukan upgrade ke paket cloud atau VPS.
Jangan menunggu punya modal besar untuk mulai membuat website. Mulailah dengan sesuatu yang sederhana, belajar dari prosesnya, lalu tingkatkan sedikit demi sedikit. 🚀
Karena dalam dunia blogging, sering kali bukan hosting paling mahal yang membuat website berkembang, tetapi konsistensi pemiliknya dalam membangun konten, memperbaiki website, dan memahami pembacanya.
FAQ Hosting dan WordPress untuk Pemula
Apakah hosting murah cocok untuk WordPress?
Ya. Untuk blog pribadi, portofolio, website kecil, atau website yang baru dimulai, shared hosting murah sudah cukup selama memenuhi kebutuhan WordPress dan menyediakan resource yang memadai.
Apakah WordPress.org gratis?
Software WordPress.org dapat digunakan secara gratis. Namun jika Anda ingin website online menggunakan domain sendiri, biasanya Anda tetap perlu membayar domain dan hosting kepada provider.
Apakah WordPress.com membutuhkan hosting?
WordPress.com menyediakan hosting terkelola, sehingga pengguna tidak perlu membeli hosting terpisah untuk menggunakan layanan tersebut.
Berapa storage hosting yang cukup untuk blog?
Untuk blog pemula, kapasitas beberapa GB sudah dapat digunakan untuk memulai. Namun kebutuhan akan bertambah jika Anda banyak mengunggah gambar, video, backup, atau file berukuran besar.
Apakah SSL wajib untuk WordPress?
HTTPS sangat disarankan. Selain membantu mengenkripsi koneksi, HTTPS juga melindungi proses login dan data yang dikirim antara browser dengan server.
Apakah WordPress sulit dipelajari?
Tidak harus. Dasarnya cukup mudah. Tantangan biasanya muncul ketika mulai mempelajari tema, plugin, SEO, keamanan, optimasi kecepatan, dan konfigurasi hosting. Justru bagian itulah yang membuat proses Belajar Blogger & wordpress menjadi menarik.

Posting Komentar
SULAIMAND.COM . Diskusi sehat tentang Blogger Profesional, SEO, atau digital marketing sangat kami hargai.
🙏 Komentar berkualitas membantu menambah wawasan bagi pembaca lain.
🚫 Mohon hindari spam atau link aktif, karena komentar akan dimoderasi terlebih dahulu.