Setelan Postingan Blogger, Penting Atau Bisa Diabaikan

Daftar Isi

Setelan Postingan Blogger: Penting atau Bisa Diabaikan?

Setelan Postingan Blogger, Penting atau Bisa Diabaikan

Waktu pertama kali serius ngeblog di Blogger, saya jujur menganggap menu Setelan Postingan itu cuma formalitas. Label asal isi, deskripsi penelusuran dikosongkan, permalink dibiarkan default. Blog tetap jalan, artikel tetap terbit. Tapi perlahan saya sadar: blog memang hidup, tapi tidak tumbuh.

Artikel ini membahas secara jujur fungsi tiap menu Setelan Postingan di Blogger, dampaknya ke website, dan kesalahan nyata yang sering dilakukan blogger pemula maupun menengah.

1. Label: Bukan Sekadar Kategori

Label di Blogger sering disepelekan, padahal ini adalah fondasi struktur konten.

Jika Label Digunakan dengan Benar

  • Artikel tersusun rapi berdasarkan topik
  • Pengunjung betah karena mudah mencari artikel terkait
  • Google lebih cepat memahami niche blog

Jika Label Tidak Digunakan

  • Blog terasa berantakan
  • Widget label jadi tidak berguna
  • Internal linking melemah

Opini pribadi: Saya pernah pakai lebih dari 20 label untuk satu blog. Hasilnya? Tidak fokus. Setelah dipangkas jadi 5–7 label utama, performa artikel justru lebih stabil.

2. Tanggal & Waktu Publikasi: Penting, Tapi Bukan Penentu Ranking

Menu ini berguna untuk penjadwalan dan tampilan kronologis.

Jika Diatur Strategis

  • Bisa menjadwalkan posting otomatis
  • Tampilan blog terlihat aktif

Jika Diabaikan

  • Tidak ada dampak SEO signifikan

Catatan jujur: Mengubah tanggal lama ke tanggal baru tanpa update isi tidak akan menyelamatkan artikel dari page 3 Google.

3. Link (Permalink): Kesalahan Paling Mahal

Permalink menentukan URL artikel. Ini salah satu faktor SEO on-page yang paling sering disalahgunakan.

Jika Menggunakan Custom Permalink

  • URL lebih pendek dan profesional
  • Mengandung keyword utama
  • Lebih dipercaya mesin pencari

Jika Dibiarkan Default

  • URL panjang dan kurang relevan
  • Kurang optimal untuk SEO

Kesalahan fatal: Mengubah permalink setelah artikel terindeks Google tanpa redirect. Ini bisa mematikan traffic secara perlahan.

4. Lokasi: Fitur yang Sering Tidak Relevan

Lokasi berguna untuk blog traveling, kuliner, atau UMKM lokal.

Jika Digunakan

  • Mendukung pencarian berbasis lokasi

Jika Tidak Digunakan

  • Tidak ada dampak negatif

Pandangan realistis: Untuk blog tutorial atau opini, fitur ini nyaris tidak berpengaruh.

5. Deskripsi Penelusuran: Penentu Orang Mau Klik atau Tidak

Ini adalah meta description yang muncul di hasil pencarian.

Jika Diisi Manual

  • CTR meningkat
  • Tampilan hasil pencarian lebih rapi
  • Pesan artikel lebih jelas

Jika Dikosongkan

  • Google mengambil teks acak
  • Snippet bisa tidak nyambung

Fakta penting: Meta description tidak menaikkan ranking, tapi bisa menggandakan klik.

6. Opsi: Kontrol Interaksi Pengunjung

Menu ini mengatur komentar dan tampilan artikel.

Jika Diatur

  • Spam bisa ditekan
  • Diskusi lebih berkualitas

Jika Diabaikan

  • Komentar spam menumpuk
  • Pengalaman pembaca menurun

7. Tag Robot Kustom: Senjata atau Bumerang

Fitur ini mengatur apakah artikel boleh diindeks Google atau tidak.

Jika Digunakan dengan Benar

  • Mencegah halaman tipis terindeks
  • Mengontrol visibilitas konten

Jika Salah Setel

  • Artikel hilang dari Google
  • Traffic bisa nol tanpa disadari

Peringatan keras: Jika belum paham SEO teknis, sebaiknya jangan menyentuh fitur ini.

Kesimpulan: Mana yang Wajib, Mana yang Bisa Diabaikan

  • Wajib: Label, Permalink, Deskripsi Penelusuran
  • Opsional: Lokasi, Opsi
  • Berisiko Tinggi: Tag Robot Kustom

Blog yang tumbuh bukan blog yang paling rajin posting, tapi yang paling rapi secara struktur dan konsisten secara strategi.

Baca juga: Panduan SEO Blogger untuk Pemula |Kesalahan Blogger yang Membuat Traffic Mandek

Referensi eksternal: Dokumentasi Resmi Blogger

SULAIMAN
SULAIMAN SULAIMAND Mau mulai blogging dari nol sampai bisa menghasilkan uang? Di sini tempatnya. SULAIMAND

Posting Komentar