Cara Membuat Blog 7 Cara Memulai Karir sebagai Blogger dari Nol
Cara Membuat Blog & 7 Cara Memulai Karir sebagai Blogger dari Nol
Ada masa ketika saya pertama kali membuka dashboard Blogger dan terpaku lama. Bukan karena sulit, tapi karena saya tidak tahu mau menulis apa. Padahal, di luar sana orang sudah menghasilkan uang dari blog sejak bertahun-tahun. Beberapa bahkan hanya bermodal rasa penasaran dan keberanian mengunggah tulisan pertama.
Pengalaman itu membuat saya sadar: menjadi blogger itu bukan soal teknis saja. Ada bagian mental, bagian kebiasaan, dan bagian “keberanian memulai meski tulisannya jelek”. Dari perjalanan itu, saya merangkum langkah-langkah ini agar siapa pun bisa mulai dari nol, termasuk kamu yang baru lewat di artikel ini.
1. Tentukan Tema yang Tidak Membosankan untuk Diri Sendiri
Orang sering berkata, “Pilih niche yang menguntungkan.” Kedengarannya logis, tapi juga berbahaya. Kalau kamu memilih tema yang tidak kamu sukai, kamu akan berhenti di minggu kedua. Blog itu maraton, bukan sprint.
Saya pernah memaksa diri menulis niche tertentu karena katanya cuannya deras. Hasilnya? Blog mangkrak tiga bulan. Jangan ulangi kesalahan itu. Pilih tema yang bisa membuatmu betah duduk sendiri di depan layar.
Contoh tema yang punya napas panjang:
- Pengalaman pekerjaan atau PKL yang kamu jalani
- Review gadget dari perspektif pengguna biasa
- Catatan perjalanan membangun bisnis kecil
- Pemikiran pribadi tentang digital life
Untuk internal link, kamu bisa rujuk koleksi artikel di situs kamu, misalnya: Digital Sulaimand.
2. Pilih Platform yang Paling Ringan untuk Kamu
Banyak orang debat panjang soal Blogger vs WordPress. Keduanya bagus. Tapi kalau kamu murni pemula, Blogger sudah lebih dari cukup. Gratis, ringan, dan tidak bikin stres.
Saya bahkan punya satu blog eksperimen di Blogger yang tiap bulan masih mendatangkan trafik tanpa saya sentuh lagi. Kadang langkah yang sederhana justru paling efektif.
3. Rancang Tampilan, Tapi Jangan Perfeksionis
Desain blog itu penting, tapi bukan prioritas utama. Kalau kamu menghabiskan waktu berhari-hari hanya untuk memilih template, kamu terjebak di level kosmetik. Yang dicari pembaca itu isi, bukan ornamen.
Aturan sederhana: tampilan cukup rapi, cepat, dan mudah dibaca. Sisanya bisa diperbaiki sambil jalan.
4. Tulis Artikel Pertamamu tanpa Beban Kesempurnaan
Artikel pertama adalah yang paling sulit karena kita membayangkan ada ribuan orang menunggu membaca. Padahal kenyataannya: belum ada siapa pun. Ini justru kesempatan emas untuk salah berkali-kali.
Tulis saja. Biarkan tulisanmu bernafas. Biarkan ada bagian yang kurang rapi. Editing menyusul.
Satu trik pribadi:
Saya sering menulis dengan gaya seperti sedang berbicara pada diri sendiri. Hasilnya lebih natural, lebih manusiawi, dan anehnya lebih disukai pembaca.
5. Konsisten Berkala, Bukan Tiap Hari
Banyak pemula frustasi karena merasa harus update setiap hari. Itu resep burnout. Jauh lebih masuk akal jika kamu konsisten mingguan. Satu artikel bagus per minggu lebih bernilai daripada tujuh artikel asal jadi.
6. Pelajari SEO 2025 Tanpa Jadi Budak Keyword
SEO sekarang bukan lagi soal menjejali kata kunci. Google sudah cukup pintar mengenali konteks, kualitas, dan kejujuran tulisan. Yang penting struktur rapi, tajuk jelas, dan isi bernilai.
Tips SEO ringan yang saya pakai:
- Gunakan H2 dan H3 yang terstruktur
- Pastikan artikel mudah dipindai (scannable)
- Sisipi pengalaman pribadi — algoritma menyukai authentic signals
- Tambahkan internal link ke blog sendiri seperti News Sulaimand dan Bisnis
- Letakkan 1–2 tautan eksternal terpercaya (placeholder kamu bisa arahkan ke lembaga teknologi atau riset)
7. Monetisasi ketika Trafik Sudah Bernapas
Jangan buru-buru pasang iklan saat artikel baru tiga biji. Monetisasi itu butuh fondasi trafik dan kualitas. Begitu blog mulai stabil, kamu bisa memakai AdSense, afiliasi, atau jualan produk digital.
Satu yang jarang disebut orang: membangun blog juga membangun reputasi digital. Kadang efeknya datang dari hal-hal tak terduga — tawaran kolaborasi, pekerjaan sampingan, bahkan undangan menjadi narasumber.
Pendapat Jujur Berdasarkan Pengalaman
Jika kamu mulai ngeblog untuk uang cepat, kamu akan kecewa. Tapi kalau kamu memulainya karena ingin berbagi cerita, belajar, dan mencatat perjalanan hidup digitalmu, blog akan memberi sesuatu yang jauh lebih besar daripada uang: kebebasan berpikir. Blog mengajarkan saya disiplin, kesabaran, dan keberanian menyusun opini. Kadang pembaca hanya satu, dua, lalu tiga. Tapi perlahan-lahan, blog membangun ekosistemnya sendiri.
Menjadi blogger itu bukan profesi instan. Ini perjalanan jangka panjang yang diam-diam memperbaiki cara kita melihat dunia.
Akhir Kata
Jika kamu sudah membaca sampai sini, sebenarnya kamu sudah punya modal utama: kemauan. Sisanya hanya eksekusi. Mulai dari kecil, mulai dari satu artikel, mulai dari ide yang paling dekat dengan hidupmu. Blog selalu berkembang mengikuti pemiliknya. Satu-satunya langkah yang benar-benar penting hanyalah memulai.
Untuk eksplorasi lebih dalam, kamu bisa mampir ke beberapa referensi berikut:

Posting Komentar
Diskusi sehat tentang blogging, SEO, atau digital marketing sangat kami hargai.
🙏 Komentar berkualitas membantu menambah wawasan bagi pembaca lain.
🚫 Mohon hindari spam atau link aktif, karena komentar akan dimoderasi terlebih dahulu.