Cara Membuat Blog What are the 7 steps in blogging?
Cara Membuat Blog: 7 Langkah Penting Blogging yang Tidak Banyak Dijelaskan Orang
Saya selalu percaya bahwa blogging itu bukan sekadar “buat tulisan dan terbitkan”. Ada ritme mental, proses teknis, dan sedikit drama kecil yang tidak pernah muncul di artikel-artikel yang terlalu rapi. Ketika saya memulai blog pertama kali, saya pikir cukup beli domain dan menulis apa pun yang muncul di kepala. Nyatanya, blog pertama saya mati setelah dua bulan karena saya tidak punya sistem.
Di artikel ini, saya membagikan 7 langkah blogging yang benar-benar saya lakukan—bukan versi textbook, bukan juga versi AI generik yang rasanya hambar. Ini adalah proses yang membuat blog saya akhirnya hidup dan berkembang.
7 Steps in Blogging (Versi yang Benar-Benar Terpakai)
1. Menentukan “Alasan Blog Ini Harus Ada”
Kedengarannya sederhana, tetapi inilah fondasi utama. Bukan niche dulu, bukan riset keyword dulu—melainkan alasan blog Anda layak muncul di internet yang sudah penuh sesak. Saat saya tidak punya “alasan”, blog saya cuma jadi scrapbook digital.
- Apakah blog Anda ingin jadi tempat mendokumentasikan keahlian?
- Apakah ingin membangun brand personal?
- Atau ingin menghasilkan uang? (Tidak masalah.)
Jika alasan ini tidak kuat, biasanya blog berhenti di tengah jalan.
2. Memilih Platform dan Menyiapkan Pondasi Teknis
Saya sering pakai Blogger untuk kecepatan, biaya nol, dan kemudahan optimasi. Tapi WordPress pun oke jika Anda mau lebih fleksibel.
Hal-hal teknis yang saya anggap wajib di 2025:
- Domain TLD yang mudah diingat
- Template cepat (bukan yang penuh gimmick)
- Struktur navigasi sederhana (Home – Blog – Kontak)
- Page awal: Tentang, Disclaimer, Privacy Policy
Dulu saya berpikir template premium pasti lebih baik. Tidak selalu. Kadang template bawaan yang dimodifikasi sedikit justru lebih bersih dan cepat.
3. Riset Topik: Bukan Mengejar Keyword, Tetapi “Masalah Orang”
Saya pernah menulis 30 artikel yang semua berdasarkan keyword search volume tinggi. Hasilnya? Sepi. Yang ramai justru artikel yang saya tulis karena saya pernah mengalami masalah itu sendiri.
Cara riset yang saya pakai:
- Lihat masalah yang sering ditanyakan teman atau klien
- Cari topik yang saya punya pengalaman nyata
- Gunakan keyword hanya sebagai pelengkap arah, bukan kompas utama
Topik blog yang kuat biasanya datang dari pengalaman, bukan dari tools.
4. Menulis Artikel Bernapas Manusia
Saya sadar pembaca jaman sekarang bosan dengan artikel yang “nyaris sempurna tapi terasa seperti brosur AI”. Tulisan yang bagus sering punya sedikit ketidaksempurnaan: opini jujur, contoh nyata, atau kalimat yang terasa seperti dialog.
Tambahkan sedikit:
- cerita,
- kesalahan yang pernah Anda alami,
- atau sudut pandang yang tidak semua orang setuju.
Itu membuat blog terasa hidup.
5. Optimasi SEO 2025: Sederhana Tetapi Konsisten
SEO 2025 bukan lagi tentang “teknik rumit”. Justru mesin pencari sekarang lebih suka artikel yang punya konteks, pengalaman personal, dan jawaban langsung.
Prinsip yang saya pegang:
- Gunakan heading jelas (H2–H3)
- Masukkan 1–2 keyword utama secara natural
- Tambahkan internal link yang relevan
- Gunakan meta description yang manusiawi
- Prioritaskan kecepatan halaman
Pengalaman saya: artikel yang terbaca jujur sering mengalahkan artikel yang terlalu mengincar SEO.
6. Promosi: Blog Tidak Akan Tumbuh Sendiri
Inilah bagian yang jarang dibahas. Banyak blogger baru merasa artikel mereka “pasti ditemukan kalau bagus”. Sayangnya, tidak. Anda perlu mendorongnya.
Cara yang paling efektif bagi saya:
- Share ke komunitas yang relevan (bukan spam)
- Buat konten pendek dari isi blog (reels, carousel)
- Kolaborasi dengan blog lain untuk saling backlink
- Membalas komentar pembaca
Satu artikel bisa hidup lebih lama kalau Anda mempromosikannya dengan benar.
7. Evaluasi dan Iterasi: Kunci yang Paling Sering Terlupakan
Setiap bulan saya buka dashboard, melihat artikel mana yang naik, mana yang tenggelam. Yang tenggelam saya edit, tambahkan pengalaman baru, atau perbaiki struktur.
Blog yang kuat itu bukan blog yang punya ribuan artikel, tetapi blog yang artikelnya diperbarui secara berkala.
Opini Jujur: Blogging Itu Tidak Cepat, Tetapi Hasilnya Stabil
Saya pernah mencoba beberapa model monetisasi online: affiliate, konten viral, jualan jasa, hingga konten pendek. Semuanya bagus, tetapi tidak ada yang punya “umur panjang” seperti blog.
Blog itu seperti menanam pohon. Pertama lama, tapi kalau sudah tumbuh… sulit dikalahkan. Yang perlu Anda siapkan hanyalah ketekunan, bukan bakat menulis.

Posting Komentar
Diskusi sehat tentang blogging, SEO, atau digital marketing sangat kami hargai.
🙏 Komentar berkualitas membantu menambah wawasan bagi pembaca lain.
🚫 Mohon hindari spam atau link aktif, karena komentar akan dimoderasi terlebih dahulu.